Jul
4
2012

Teknik Crossing Suara Perkutut (bagian 1)

Suatu keharusan dalam tehnik ini adalah bahwa pasangan awal untuk

memulai bukan merupakan pasangan sedarah ( adik/kakak atau sekandang ).
Pasangan perkutut ini harus merupakan perkutut pilihan yang keduanya

mempunyai suara yang bagus, setidaknya masing-masing jantan dan

betinanya mempunyai kelebihan suara masing-masing. Disamping perlunya

kita ketahui silsilah pasangan tersebut untuk mengetahui dengan pasti

bahwa pasangan tersebut memang merupakan keturunan dari perkutut unggul

dimana moyangnya pernah menjadi juara dalam kelasnya. Dengan cara back

cross ini kita ingin mempersatukan secara maksimal gen-gen dari tetua

yang bagus tersebut menjadi satu keturunan yang bagus dan merata.

Penciptaan galur ini memakan waktu cukup lama ( beberapa tahun ), karena

memerlukan penyilangan antara beberapa generasi, menunggu generasi yang

dilahirkan dari persilangan tersebut menjadi dewasa kelamin untuk dapat

disilangkan kembali. Sehingga usaha ini sangat dibutuhkan ketekunan,

ketelitian dan kesabaran ( Lihat penjelasan dibawah berikut ini ).

Tahun Ke-1 :
Bapak/Jantan (A) x  Ibu/Betina (B)
Menghasilkan anakan  (F1) =  Jantan : C dan D,  Betina  : E,  F dan G

Tahun Ke-2 :
Dilakukan perkawinan Silang :
Bapak/Jantan (A) x Anak/Betina (E), (F) atau (G)
Menghasilkan anak (F2) = AE, AF dan AG ( Jantan atau Betina )

Ibu/Betina (B) x Anak/Jantan (C) atau (D)
Menghasilkan anak (F2) = CB dan DB ( Jantan atau Betina )

Tahun Ke-3 :
Dilakukan perkawinan Silang antara anak-anak (F2)  :
- AE x CB -> AECB
- AE x DB -> AEDB, dst. sebagai F3.

- CB x AE -> CBAE
- CB x AF -> CBAF
- CB x AG -> CBAG, dst. sebagai F3.

Tahun Ke-4 :
Dilakukan perkawinan Silang antara anak-anak (F3) :
- AEDB x CBAG  -> ABCDEG, dst. sebagai F4.
Pada tahun ke-4 diharapkan sifat-sifat Bapak dan Ibunya sudah ada pada

anak-anak (F4) tersebut yang menjadi Galur atau Strain BF kita.

Comments are closed.